Perbedaan dasar rangkaian elektronika digital dan analog,perbedaan dan gambar sinyal analog dan digital beserta contohnya



Perbedaan dasar rangkaian elektronika digital dan analog :
1. Rangkaian digital lebih mudah dibuat karena tidak memiliki kerumitan dalam rangkaian elektronika analog yang mengharuskan kita untuk menghitung nilai tegangan atau arus. Yang diperlukan hanyalah rentang dari tegangan maupun arus karena semuanya akan bekerja secara otomatis.
2. Penyimpanan informasi yang sangat berfungsi untuk membuat alat elektronik tersebut bekerja dengan baikpun sangat mudah jika dibandingkan dengan alat-alat elektronika analog. Oleh sebab itu, mengapa alat elektronik digital lebih memiliki fungsi yang komplek dibandingkan dengan alat elektronik jenis analog.
3. Alat elektronik digital jauh memiliki fungsi yang lebih teliti. Berbeda dengan elektronika analog yang masih sering melakukan beberapa kesalahan kecil namun berdampak besar. Oleh sebab itu, karena jaman sekarang dibutuhkan kinerja yang maksimal dan sempurna, maka tidak heran jika alat-alat elektronik semakin mengarah ke jenis digital.
4. Banyak sekali beberapa macam rangkaian digital yang bisa dibuat di dalam bentuk chip atau IC yang jauh lebih akan menghemat tempat dan juga harga produksi dari sebuah alat elektronik digital tersebut. Berbeda dengan sistem analog yang memang sudah bisa juga untuk dibuat kedalam bentuk chip, namun harganya masih sangat mahal karena kerumitan prosesnya.



Perbedaan sinyal Analog dan sinyal Digital

No
Sinyal Analog
Sinyal Digital
1
Bersifat continue

Bersifat Discrete (0 dan 1)
2
Bagus digunakan untuk komunikasi yang lalu lintasnya rendah
Bagus digunakan untuk komunikasi yang lalu lintasnya tinggi
3
Kemungkinan error besar

Kemungkinan error kecil
4
Perbaikan error sulit
Perbaikan error lebih mudah

5
Mudah terkena noise

Lebih tahan terhadap noise
6
Kapasitas informasi sedikit

Kapasitas informasi lebih besar
7
Sukar dilakukan modifikasi informasi
Lebih mudah dilakukan modifikasi informasi
8
Menggunakan konsep frekuensi

Menggunakan konsep biner/bit
9
Boros bandwith
Lebih hemat bandwith
























Contoh sinyal analog dan sinyal digital
a. sinyal analog
sinyal suara pada radio konvensional,
sinyal gambar (foto) pada kamera konvensional,
sinyal video pada televisi konvensional.
Televisi analog, dimana televise analog ini dapat mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.

b. sinyal digital
Contohnya kebanyakan digunakan dalam berbagai aplikasi:
Aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon,
pemrosesan citra serta transmisinya,
dalam bidang seismologi dan geofisika,
eksplorasi minyak,
deteksi ledakan nuklir,
pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan sebagainya
.


Gambar Sinyal Analog dan Sinyal Digital